
BERITABLORA.ID – inas Kesehatan Kabupaten Blora tengah aktif mendorong kader juru pemantau jentik (Jumantik) untuk pencegahan dan pengawasan jentik nyamuk Aydes aygepti. Tujuannya, agar tidak terjadi peningkatan kasus penyebab penyakit demam berdarah.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P3M) Dinas Kesehatan Blora Prih Hartanto mengatakan, program jumantik yang biasa dilakukan di masing-masing desa oleh kader kesehatan.
Mulai Juni sudah mulai aktif mensosialisasikan terkait program jumantik ke seluruh 16 kecamatan.
“Bahkan jumantik ini sudah terbit surat keputusan yang isinya tugas dan jumlah di setiap desa. Karena relawan jumantik ini sebagai tangan panjang Dinkes Blora untuk melakukan sosialisasi terkait pemantauan jentik nyamuk,” ucapnya, Selasa (11/11/2025)
Pihaknya menyampaikan, untuk menekan angka DBD di tahun 2025 ini sangat perlu relawan dan kader kesehatan jumantik. Beberapa orang yang ada di SK itu diterbitkan oleh masing-masing kepala desa dan lurah wilayah setempat.
“Tugasnya minimal seminggu sekali melakukan pemantauan di tempat-tempat yang menjadi kemungkinan timbul jentik nyamuk. Seperti penampungan air dan bak air di wilayah setempat,” katanya.
Ia berharap, dengan adanya relawan itu mampu menekan angka DBD 2025 dan tahun seterusnya. Kegiatan jumantik itu minimal musim hujan kedepan akan aktif dan didampingi tenaga kesehatan.
“Untuk jumlah angka kasus demam dengue 758 kasus dan pasien demam berdarah dengue ada 111 kasus serta 1 orang meninggal,” tuturnya.