
BERITABLORA.ID- Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Blora menyebut kasus Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) di Blora terjadi lonjakan.
Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora, Nur Betsia Bertawati, mengatakan selama tiga bulan terakhir ada peningkatan kasus ISPA.
“Kasus ISPA tiga bulan terakhir, ada peningkatan. Bulan Agustus ada 8.000 kasus, kemudian September itu ada 9.000 kasus.”
“Lalu di bulan Oktober ini memang ada 3 Puskesmas belum melaporkan, tapi sudah ada 8.900 kasus. Kemungkinan juga bisa menembus di angka 9.000 di bulan Oktober ini,” jelasnya, Selasa (4/11/2025).
Lebih lanjut, pihaknya menyampaikan peningkatan kasus ISPA itu dipicu perubahan musim.
“Memang ada peningkatan kasus ISPA karena ini kan perubahan musim. ISPA itu adalah infeksi saluran penyakit pernapasan atas.”
“Nah di situ itu penyebabnya ada dua, bisa virus, bisa bakteri. Nah, ini karena mungkin perubahan musim nggih ini kemarin panas, kemarin hujan. Ditambah mungkin juga karena daya tahan tubuh masyarakat kurang,” jelasnya.
Betsia menyebut kasus ISPA yang terjadi menyerang masyarakat segala usia. Namun, paling mendominasi pada usia remaja.
“Kasusnya ini meningkat di beberapa usia masyarakat. Ya, ada yang balita, kemudian ada yang dewasa, ada remaja, itu ada peningkatan di kasus ISPA. Yang mendominasi itu usia remaja, mungkin karena jumlah populasi remaja ini memang banyak ya,” paparnya.